Selasa, 27 September 2011

SURPRISE PART 2



Jadi gue terkena sindrom nefrotik, apa pulak itu? menurut penjelasan Prof Wiguno, istilah awam nya itu ginjal bocor tapi sebetulnya ginjal nya gak bolong itu cuma istilah untuk menggambarkan bahwa protein nya bocor/ lepas tidak diserap oleh tubuh, hal inilah yang menyebabkan kadar albumin menjadi turun sehingga kolestrol naik dan akhirnya tubuh menjadi bengkak terutama di bagian kaki karena sifat cairan yang selalu mengalir ke tempat lebih rendah.

Lah kok ya bisa gue kena penyakit ini? Prof Wiguno bilang "penyebab penyakit ini ada banyak, tapi tidak bisa diketahui penyebab mana yang akhirnya memicu sindrom nefrotik dalam tubuh gue. Kemudian beliau menjelaskan bahwa penyakit ini bisa diobati, hanya saja penyakit ini juga bersifat kambuhan tapi ada juga yang sampai meninggal nya tidak kambuh lagi." Terus supaya gak kambuh lagi gimana? "yaa kita tidak tahu itu bakalan kambuh lagi/ tidak, dan tidak ada cara pencegahan nya..yaa mudah2an sih gak kambuh lagi". Trus gue penasaran dan bertanya "mematikan gak sih prof?" lalu gue merasakan punggung tangan gue digenggam erat dan di elus-elus sama suami gue, dan dia memasang senyum yang menurut gue senyum paling palsu dan terlalu dipaksakan hehe. Prof bilang "yaaa...yang penting kita obati saja dulu, setelah diobati reaksi nya beda2 ada yang lalu hilang sepenuh nya, ada yng muncul beberapa kali, atau ada yang muncul berulang kali sehingga mengalami gangguan fungsi ginjal atau yang sering disebut sbg gagal ginjal"

DAAAAAANNNNGGGGGG!!!! Rasanya bener2 kaget, terkejut, terhenyak, dan terhempas. Ini bener2 kejutan yang wooooowwww, karena penyakit ini tidak diketahui penyebab nya apa, dan bahkan cara untuk mencegah supaya gak kambuh lagi juga tidak diketahui. Bener2 seperti pencuri yang muncul tiba2, bahkan dalam analogi pencuri pun masih ada cara pencegahan supaya rumah kita ga kemalingan. Ini bener2 surprise, bener2 seperti hadiah yang gak disangka-sangka.

Prof Wiguno kemudian menjelaskan bahwa agar pengobatan nya tepat, sebaiknya dilakukan biopsi ginjal yaitu jaringan ginjal gue akan diambil untuk diteliti lebih lanjut. Wooow gue yang masih bingung dengan penyakit gue, sekarang makin bingung dan panik dengan proses biopsi tersebut. Seperti mengerti kebingungan gue, Prof Wiguno memberikan gue waktu untuk berdiskusi dengan keluarga gue, bahkan beliau juga terbuka jika gue mau berobat ke luar negeri dan dia juga mereferensikan beberapa nama dokter di Singapore. Sebelum gue pulang, beliau meminta gue melakukan pemeriksaan Lupus, rontgen paru, dan pemeriksaan protein urine kualitatif untuk mengetahui berapa banyak protein yang terbuang. Dan oleh beliau gue hanya diberi obat untuk melancarkan air seni dan penurun kolestrol, menurutnya dia baru akan kasih obat untuk mengobati penyakit gue setelah proses biopsi dilakukan agar lebih tepat sasaran.

Sesampainya di rumah, gue mengulang penjelasan yang dokter berikan ke nyokap gue. Sama seperti gue, nyokap gue kaget banget mungkin yang ada di dalam pikiran nya bagaimana mungkin anak semata wayang nya ini terkena penyakit yang baru kali ini ia dengar namanya 'sindrom nefrotik'. Nyokap menyarankan gue untuk berobat di Singapore, tapi mengingat perkataan dokter mengenai waktu proses biopsi yang tidak bisa diprediksi dikarenakan cairan yang ada di dalam tubuh gue harus dibuang terlebih dahulu sehingga memudahkan proses penusukan dan pengambilan jaringan ginjal, rasanya gue malas untuk berobat disana. Karena gue gak mau ninggalin my little angel berlama-lama, dirawat di RS Medistra 2 hari aja udah bikin gue nangis bombay menahan kangen apalagi gue harus ke Singapore berlama-lama.

Malam itu gue sulit tidur, yang ada di otak gue adalah 'woooow', gue bingung harus bereaksi seperti apa. Berkali-kali gue bilang ke suami gue kalau gue ga takut mati, tapi gue takut menderita. Gue berusaha untuk tidak bertanya "kenapa mesti gue", gue meyakinkan diri gue bahwa ini bukan cobaan, ini hanya bagian dari hidup yang harus dijalani. Gue meyakinkan diri bahwa apapun yang terjadi, gue percaya Tuhan Yesus menemani dan menyertai gue. Gue berdoa sambil nangis, gue bilang "Tuhan, hidup gue adalah milik Mu seutuhnya, jadi gue serahkan semuanya kepada Mu. Terserah Engkau mau menyembuhkan gue, atau membiarkan gue menjalani sakit ini, yang jelas gue cuma mau Engkau menyertai gue. Karena gue yakin bersama Mu, gue bisa melewati semuanya dengan baik. Amin"

Besok nya gue bangun dengan keadaan yang lebih mengenaskan, bukan cuma kaki, tapi mata gue pun ikut bengkak. Jadi penderita sindrom nefrotik juga mengalami pembengkakan di daerah kelopak mata dan biasanya terjadi di pagi hari, hal ini dikarenakan ketika tidur maka cairan nya menyebar secara merata dari atas sampai bawah. Nanti lama-kelamaan, cairan itu akan mengumpul ke bawah di bagian kaki, sehingga kelopak mata akan mulai kempes namun kaki akan semakin bengkak. Gue juga mengalami susah buang air kecil, hanya sedikit sekali jumlah air seni yang dikeluarkan.

Tidak ada komentar: