Rabu, 30 Juli 2008

lonely...

Entah kenapa hari ini gue ngrasa kesepian banget! Padahal hari ini tuh hari libur, dan gue udah punya sejuta rencana untuk menikmati hari libur ini. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, sepanjang hari gue hanya berdiam diri di rumah tanpa siapapun dan tanpa melakukan apapun.

Senin, 21 Juli 2008

Fergie yang malang

Hari Sabtu kemaren gue pergi ke Senayan City bareng temen gue. Critanya, gue dan temen gue itu sedang mengalami nasib yang sama yaitu ditinggal pujaan hati untuk urusan kerjaan. Akhirnya malem minggu kemaren, gue habiskan berdua bersama temen gue itu.

Sebenernya kita berdua ga tau mau jalan kemana, tapi akhirnya Senayan City dipilih dengan pertimbangan jarak yang ga terlalu jauh dari rumah gue. Nyampe sana kita berdua memutuskan untuk ngelongok ke XXI, kali aja ada film bagus buat ditonton. Tapi hasrat untuk nonton gagal, karena cacing-cacing di perut kita udah mulai menunjukkan aksi nya. Alhasil kita berdua malah berakhir di Food Court.

Selesai makan, kita berdua memutuskan untuk ke supermarket Food Hall aja buat belanja bahan-bahan makanan dan keperluan lain nya. Lagi liat sana sini, tiba-tiba temen gue ngomong gini
"ini lagu apa sih? kok penyanyi nya ngomong Lonte-lonte?"
hahaha spontan gue tertawa, karena lagu yang lagi diputer di dalem Food Hall sebenernya tuh lagunya Fergie yang London Bridge. Trus gue jawab gini
"ini London Bridge kaleeee..masa Lonte-lonte sih??"
"ih mana ga denger London Bridge nya, yang kedenger mah Lonte-lonte"
hahaha akhirnya selama lagu ini diputer, gue ngakak mulu. Dan setelah gue denger baik-baik, emang lebih mirip Lonte-lonte sih yang dinyanyikan ma Fergie.

Nah kejadian kaya tadi tuh ga cuma sekali doang. Beberapa waktu yang lalu, ketika gue lagi pergi bareng temen gue yang lain gue muterin lagunya Fergie yang Marry Jane shoes. Nah temen gue bersenandung gini,
"ooooohhh mbah Maridjan...oohh mbah Maridjan"
hahahaha ada-ada aja kan? Marry Jane jadi mbah Maridjan!

Kalau dipikir-pikir, kasian juga ya Fergie....lagunya yang keren malah jadi ga banget di telinga dua temen gue itu.

siapakah aku?

Seorang perempuan muda yang memiliki banyak mimpi, dan sedang berjuang untuk mewujudkan nya. Bahkan ketika mimpinya sudah terwujud, ia tak akan pernah kenal lelah untuk membuat mimpi baru lagi.

Seorang perempuan muda yang memiliki cara berpikir yang terkadang tidak dapat dimengerti oleh kebanyakan orang.

Seorang perempuan muda yang sedang menikmati CINTA, bersama Tuhan-Nya, orang tuanya, belahan jiwanya, sahabat-sahabatnya, bahkan orang-orang yang ada disekelilingnya...

Seorang perempuan muda yang sedang belajar untuk selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidupnya

Seorang perempuan muda yang akan menjadi lengkap dan sempurna jika bersama soulmate-nya

How do I love thee? Let me count the ways....by Elizabeth Browning

How do I love thee? Let me count the ways.
I love thee to the depth and breadth and height

My soul can reach, when feeling out of sight
For the ends of Being and ideal Grace.

I love thee to the level of everyday's
Most quiet need, by sun and candle-light.

I love thee freely, as men strive for Right;
I love thee purely, as they turn from Praise.

I love thee with a passion put to use
In my old griefs, and with my childhood's faith.

I love thee with a love I seemed to lose
With my lost saints, --- I love thee with the breath,
Smiles, tears, of all my life! --- and, if God choose,
I shall but love thee better after death.

Sabtu, 19 Juli 2008

r u Ready?

Pertanyaan "sudah siap menikah" tentu saja akan seringkali dilontarkan pada sepasang kekasih yang sedang berencana untuk menikah. Rupanya pertanyaan ini merupakan pertanyaan wajib, yang lintas benua. Artinya di negara manapun, kalimat tersebut akan ditanyakan. Hal ini juga yang sedang terjadi pada diri gue.

Ketika mendapatkan pertanyaan tersebut, yang gue pikirkan bukan soal "siap atau tidaknya", gue justru berpikir soal "dari segi apa aku harus memberikan penilaian siap atau tidak siap". Apakah hanya dari segi usia? materi? batin? mental? atau semuanya?. Jika hanya salah satu segi atau mungkin salah dua dari segi2 tersebut, atas pertimbangan apa segi tersebut diprioritaskan?. Lalu jika, semua segi dipertimbangkan, lalu batasan apa yang dipakai? Apakah menggunakan batasan usia minimal sudah menginjak 22th? atau 25th? lalu dari segi materi apakah batasan nya memiliki pekerjaan tetap? atau sampai memiliki mobil? (belum lagi kalau diperpanjang dengan mobil keluaran Eropa atau Jepang? hehe) dan seterusnya...

Terus terang pertanyaan dan pemikiran tersebut terus berputar dalam otak gue beberapa hari ini, dan gue belum menemukan jawaban nya....ada yang bisa membantu gue temukan jawaban nya??

Senin, 07 Juli 2008

Bukan Suharto

Hari Jumat malem, gue bersama temen-temen gue pergi makan di daerah Mabes. Kami semua berangkat dari arah Sudirman melewati Thamrin. Di tengah perjalanan, salah seorang temen gue bilang gini, "eh lu tau kan klo sepanjang Sudirman Thamrin ada beberapa patung. Ada patung yg di bunderan Senayan, patung nya Sudirman, patung yg di air mancurnya HI sampe patung Kuda....nah menurut salah seorang pakar Feng Shui, kemunduran dan kekacauan bangsa Indonesia dikarenakan letak patung kuda tersebut. Soalnya klo patung-patung lain ngadep nya kan ke arah Thamrin semua tuh, nah si kuda ini ngadep nya ke arah Sudirman!"

Hahaha spontan gue ketawa, mau tau apa yang membuat gue tertawa?? Pertama, gue tertawa karena menurut gue kemunduran dan kekacauan bangsa Indonesia itu justru dikarenakan orang-orang goblok yang mempercayai sesuatu yang " tidak jelas", sama seperti ahli Feng Shui tersebut. Kedua gue tertawa, karena menurut gue kemunduran dan kekcauan bangsa kita ini karena orang-orang goblok yang suka cari kambing hitam dalam menyikapi suatu permasalahan sama seperti ahli Feng Shui tersebut yang menyalahkan patung Kuda dalam kaitan nya dengan kemunduran bangsa Indonesia. Nah yang ketiga, gue ketawa karena salah seorang temen gue yang lain berkata "wah, klo gitu, bukan gara2 Suharto korupsi yaa? mestinya yang saat itu di demo bukan penurunan Suharto dari jabatan nya sebagai seorang Presiden, tapi demo untuk menurunkan patung kuda tersebut dari tahtanya"