Rabu, 30 April 2008

Mari menikah!


Hari ini aku mendapat kabar dari salah seorang temanku yang mengatakan bahwa bulan depan ia akan melamar kekasihnya dan rencananya tahun depan mereka berdua akan menikah. WOW! Aku terkejut dibuatnya, pasalnya hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan masih asing dalam kehidupanku.

Belum tuntas keterkejutan ku atas berita tersebut, berita lain nya pun menyusul. Kali ini datangnya dari salah seorang temanku yang saat ini sedang bekerja di Singapura. Dalam sela-sela pembicaraan kami lewat yahoo msg, dia mengutarakan keinginan nya untuk menikah secepatnya. Mungkin satu atau dua tahun lagi, dan hal itu sudah dalam tahap pembicaraan kedua belah pihak keluarga.

Puncak keterkejutan ku, justru datang dari orang tua ku sendiri. Suatu hari dalam percakapan kami di telepon, sambil bercanda ibu meminta ku untuk memikirkan kesiapan ku menghadapi pernikahan. Pasalnya kekasih ku masuk ke dalam kategori "siap menikah" hahaha.

Menikah?? mmm satu hal yang awalnya tidak pernah terlintas dalam pikiran ku (bukan karena aku tidak mau, tapi tidak dalam waktu dekat ini), saat ini justru hal itu yang terus-menerus mendatangi kehidupan ku. Mulai dari pernikahan teman ku (yang sebaya dengan diriku) sampai pemikiran kapan aku menikah?

Selasa, 29 April 2008

Never find a LOVE like this!

You're the only one that knows me
I'd never find a love like this
Now i'll never be lonely
I'd never find a love like this

When this life tries to keep us apart
You keep callin me back to your heart
I'm so glad you found me, wrap you all around me
I'd never find a love like this

All the guys tried to take me, you're the one who saved me
I feel like i owe you my life
I'd never find a love like this

N.B

Senin, 28 April 2008

Kemarin malam...

Kemarin malam mendengar cerita temanku tentang seorang lelaki. Lelaki yang mengorbankan cintanya, namun bukan dalam artian yang positif. Ia rela untuk menjalin kasih dengan seorang wanita tanpa kasih itu sendiri (lalu apa yang sebenarnya ia jalin?)

Kemarin malam mendengar cerita temanku tentang seorang wanita. Wanita yang mengorbankan cintanya, namun bukan dalam artian yang semua orang bisa menerimanya. Ia rela untuk menjalin kasih dengan seorang lelaki tanpa jalinan itu sendiri.

Kemarin malam mendengar cerita tentang temanku yang menjadi wanita itu, tentang dia yang berhubungan dengan seorang lelaki milik orang lain. Temanku yang atas nama cinta mencoba untuk bertahan atas apa yang ia alami.

Kemarin malam mendengar cerita yang mengingatkan aku tentang aku di masa lalu.

Sabtu, 26 April 2008

too much love will kill YOU


Too Much Love Will Kill You...tulisan itu tercetak dengan sangat jelas di atas sebuah post card valentine yang aku lihat di sebuah toko buku. Lalu tanpa dikomando, otak ku langsung berputar-putar layaknya komidi putar dan mulai menyadari bahwa hal itu yang sedang aku alami.
Pertanyaan selanjutnya, kapan aku akan mati terbunuh oleh cinta?? Karena aku begitu mencintainya!

Jumat, 18 April 2008

Tuhan versus Cinta (inspired by Glenn Marsalim)

Aku seringkali mendengar perkataan dimana ada Cinta dan Kasih Sayang, maka disitu ada Tuhan. Berdasarkan perkataan tersebut, jelas sekali terlihat bahwa Tuhan tercermin dalam Cinta dan Kasih Sayang. Uniknya, aku juga sering mendengar bahkan mengetahui jalinan Cinta dan Kasih Sayang sepasang anak manusia haruslah kandas karena perbedaan agama. Orang tua ataupun pihak keluarga masing-masing pasangan selalu menjadikan alasan perbedaan agama sebagai faktor yang tidak baik. Kalau Cinta dan Kasih Sayang= Tuhan, lalu kenapa Tuhan juga yang harus dijadikan alasan untuk memutuskan tali kasih??

Yang lebih parahnya lagi, pernah aku mendengar pengakuan beberapa teman ku yang mengatakan kalau mereka memutuskan pacar mereka karena mendengar suara ataupun bisikan Tuhan yang memberitahu untuk meninggalkan pasangan nya (hmmm apa iya Tuhan sekejam itu?, karena yang aku tahu dan aku yakini Tuhan itu mengajarkan Kasih. Kalau kita mengasihi pasangan kita dengan sungguh-sungguh, bukan kah kita sedang menjalani perintah-Nya? Lalu dimana letak permasalahan nya coba?)

Dan kalaupun pasangan kita bukanlah orang "baik-baik", apakah iya Tuhan memerintahkan kita untuk meninggalkan pasangan kita itu? Karena yang aku tahu, Tuhan pernah menyatakan jika kita tetap harus saling mengasihi, bahkan terhadap musuh kita. Kita harus bisa mengampuni dan mendoakan mereka, bukan nya malah menjauhi mereka layaknya mereka penderita penyakit kusta!! Dan bukan kah Yesus sendiri datang ke dunia untuk mencari orang yang berdosa? Ia mati juga untuk orang berdosa. Lalu apa salahnya kalau kita mencoba meneladani perilaku Yesus? (lagi-lagi bukankan sebagai orang Kristen, kita memang harus meneladani perbuatan Nya?)

Berapa banyak orang berdosa yang kembali ke jalan yang benar setelah mengalami Cinta dan Kasih Tuhan? Berapa banyak orang berdosa yang bertobat, karena ia merasakan tulusnya Cinta dan Kasih Tuhan? Dan kalau kita bisa meneladani perbuatan-Nya, bukan nya tidak mungkin kan pasangan kita yang bukan orang "baik-baik" akan kembali ke jalan yang benar?

Dari pemikiran ku yang rumit ini (atau polos??), aku hanya mau mengutarakan jangan jadikan Tuhan sebagai alasan untuk memutuskan tali kasih. Karena Ia sendiri yang mengajarkan kasih. Bahkan aku sangat ingat apa yang Yesus pernah ucapkan, yang bunyinya kira-kira seperti ini "Iman dan Kasih adalah hal yang penting, tapi yang utama adalah KASIH" ditambah lagi Ia juga pernah mengutarakan "Iman tanpa perbuatan adalah hal yang sia-sia". Maka dari itu, jikalau ada orang yang berusaha memutuskan/ sudah memutuskan tali kasih dengan mengatasnamakan Tuhan tolong dipikirkan baik-baik apakah kalian benar-benar mengikuti rencana-Nya atau melakukan nya demi keuntungan pribadi??

Rabu, 16 April 2008

Pilihan Hidup

Dalam perjalanan hidup, kita akan menemukan banyak sekali pilihan. Dan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, adalah konsekuensi dari pilihan yang kita ambil. Oleh sebab itu dalam menentukan pilihan mana yang akan diambil, kita harus memikirkan nya baik-baik. Jangan asal comot, kaya nyomot tempe goreng di meja makan.

Masalahnya ketika kita sudah berpikir dengan matang, tetap saja sulit untuk menentukan sebuah pilihan. Bahkan, ketika kita sudah memiliki sebuah pilihan tetap saja akan ada segelintir orang yang tidak menyetujui pilihan kita. Akan ada pro dan kontra disana.

Lalu bagaimana cara kita menyikapi mereka yang bersikap kontra? apakah kita bisa dengan mudahnya untuk menutup telinga, dan menutup mata? aku rasa tidak akan semudah itu. Bahkan seorang Dewi Persik pun, yang terlihat cuek2 saja dengan pencekalan yang ada aku yakin jauh didalam lubuk hatinya, dia ingin agar bisa diterima oleh semuanya.

Setelah melalui suatu reli pemikiran yang panjang, aku mencoba untuk menuliskan hal-hal yang mungkin bisa dilakukan untuk menyikapi mereka yang bersikap kontra terhadap pilihan yang sudah kita buat. Antara lain:

1. Tetap berdoa untuk mereka

2. Melakukan yang terbaik terhadap pilihan yang sudah kita ambil

3. Jangan pernah menyesali apapun pilihan yang sudah diambil, karena arah hidup kita adalah kedepan bukan ke belakang

4. Bertanggung jawab atas pilihan yang sudah diambil, alias tidak lari begitu saja ketika ada masalah yang muncul

Mudah-mudahan tulisan ini bisa membatu teman-teman yang sedang dihadapkan dengan berbagai macam pilihan hidup, dan harus mengambil sebuah pilihan yang akan menentukan kehidupan kalian selamanya.