Sabtu, 19 Juli 2008

r u Ready?

Pertanyaan "sudah siap menikah" tentu saja akan seringkali dilontarkan pada sepasang kekasih yang sedang berencana untuk menikah. Rupanya pertanyaan ini merupakan pertanyaan wajib, yang lintas benua. Artinya di negara manapun, kalimat tersebut akan ditanyakan. Hal ini juga yang sedang terjadi pada diri gue.

Ketika mendapatkan pertanyaan tersebut, yang gue pikirkan bukan soal "siap atau tidaknya", gue justru berpikir soal "dari segi apa aku harus memberikan penilaian siap atau tidak siap". Apakah hanya dari segi usia? materi? batin? mental? atau semuanya?. Jika hanya salah satu segi atau mungkin salah dua dari segi2 tersebut, atas pertimbangan apa segi tersebut diprioritaskan?. Lalu jika, semua segi dipertimbangkan, lalu batasan apa yang dipakai? Apakah menggunakan batasan usia minimal sudah menginjak 22th? atau 25th? lalu dari segi materi apakah batasan nya memiliki pekerjaan tetap? atau sampai memiliki mobil? (belum lagi kalau diperpanjang dengan mobil keluaran Eropa atau Jepang? hehe) dan seterusnya...

Terus terang pertanyaan dan pemikiran tersebut terus berputar dalam otak gue beberapa hari ini, dan gue belum menemukan jawaban nya....ada yang bisa membantu gue temukan jawaban nya??

1 komentar:

dunie mengatakan...

++

simpel aja, sudah siap kah berada di depan altar?

karena di depan altar itu sepereti seorang penyanyi yang berada di depan panggung..

bgitu nervousnya,

membuat semua kata2 yang kita persiapkan bisa berubah menjadi "diam" atau bahkan berkata sebaliknya.

yakinkan diri dan tataplah mata pasanganmu.

++